Laman

Translate

Sabtu, 12 Januari 2013

puisi 4


Tragedi Mama Papa

Semerdu piring yang mengamuk
Di samping gelas yang remuk
Tertanda sebuah maksiat
Tehias hati yang sekarat
          Kalimat yang mengucur dari bibir ayahanda
          Terdengar kasar dan mencabik jiwa
          Ku sungguh ingin tulikan telinga
          Jika yang ku dengar hanya lagu amarah orang tua
          Ku sungguh ingin butakan mata
          Jika yang kulihat hanya pertengkaran mereka

Ku ingin jemput mala petaka
Dan kuhempaskan kafan dijiwa
Biarlah kematian akhiri semua
Permainan misteri rumahtangga
Yang sampai saat ini tak ku ketahui gunanya
          Segumpal yang terbesit di jiwa
          Hanya itulah yang tersisa
          Ku sadari, aku hanyalah jabangtak punyai arti
          Tapi, akankah aku tak dapat punyai kedamaian
          kedamaian yang ku impikan dalam singgah diri
          mengapa perceraian harus selalu mengiringi?

oleh: Lilik Dian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar