Tragedi
Mama Papa
Semerdu piring yang mengamuk
Tertanda sebuah maksiat
Tehias hati yang sekarat
Kalimat
yang mengucur dari bibir ayahanda
Terdengar
kasar dan mencabik jiwa
Ku sungguh
ingin tulikan telinga
Jika yang
ku dengar hanya lagu amarah orang tua
Ku sungguh
ingin butakan mata
Jika yang
kulihat hanya pertengkaran mereka
Ku ingin jemput mala petaka
Dan kuhempaskan kafan dijiwa
Biarlah kematian akhiri semua
Permainan misteri rumahtangga
Yang sampai saat ini tak ku ketahui gunanya
Segumpal
yang terbesit di jiwa
Hanya itulah yang tersisa
Ku sadari, aku hanyalah jabangtak punyai arti
Tapi, akankah aku tak dapat punyai kedamaian
kedamaian yang ku impikan dalam singgah diri
mengapa perceraian harus selalu mengiringi?
oleh: Lilik Dian

Tidak ada komentar:
Posting Komentar